Tips Dalam Membuat Konten Blog yang Berkualitas

By | July 11, 2018

Kamu pastinya sering mendengar orang-orang membicarakan tentang bagaimana seharusnya kamu menulis artikel/konten yang benar-benar berkualitas dikarenakan alogaritma Google sangat menyukai hal tersebut.

Memang benar jika rata-rata halaman yang berada di page 1 dari Google mempunyai kiraan 1,890 kata.

Dan kamu sudah tahu akan hal tersebut!

Pertanyaannya ialah, lantaskah kamu harus menulis artikel sebanyak 2.000 kata? 5.000? Ataupun tiba-tiba kamu mempunya ide yang gila dan membuat panduan utama dengan memiliki 30.000 kata?

Sebagaimana di kutip dari blogger Neilpatel, ia telah melakukan semua hal tersebut.

Ia bahkan telah mencoba semuanya dengan menambahkan gambar dan ilustrasi khusus kedalam setiap artikelnya secara mendalam untuk melihat apakah hal tersebut dapat membantunya.

Dan tentu saja, ia telah mengujinya dan memiliki satu page halaman yang super panjang dengan puluhan ribu kata ataupun beberapa halaman dengan 4.000 maupun 5.000 kata.

Lantas terbenak dalam pikiran kita, seberapa mendalamkah seharusnya suatu konten?

Baiklah, mari kita lihat bagaimana sample blog pemasaran dari Neilpatel, Quick Sprout.

Aritkel yang pendek tidak memiliki peringkat yang bagus di mata Google.

Dengan blogger pertamanya yakni Quick Sprout, dia melakukan langkah awal seperti blogger-blogger lainnya dan menulis sekitar 500 hingga 1000 kata dan google pun menyukainya.

Sekarang lihat bagaimana traffic situsnya di jenjang waktu Januari 2011.

Seperti yang bisa Anda lihat, dia memiliki 67,038 pengunjung unik/hari !!

Bahkan dengan kontennya yang pendek tersebut, hal tersebut pun sudah cukup baik di mata Google selama bertahun-tahun.

Akan tetapi seiring waktu, semakin banyak blog-blog yang mulai bermunculan, dan persaingan pun semakin meningkat, hal tersebut pun membuat Neilpatel mau tak mau harus membuat sebuah konten yang lebih detail dan menarik.

Dirinya memulai menulis posting apa saja dimulai dari 1.000 kata hingga beberapa ribu kata. Ketika dia melakukannya, blognya mendapatkan tingkatan trafik yang sangat cepat dari 67,038 ke 115,759 dalam satu tahun saja.

 

Mengalami peningkatan trafic sebesar 72,67% dalam satu tahun saja

Hal tersebut merupakan satu tahun terbaik bagi dirinya, dan yang harus dilakukan selanjutnya oleh dia adalah membuat konten yang lebih panjang.

Jadi wajar saja jika ia terus mengikuti tren dan terus fokus pada konten-konten yang lebih panjang.

Akan tetapi dikarenakan persaingan yang terus meningkat dari waktu ke waktu, trafficnya pun mulai stagnan, meskipun ia telah beberapa kali membuat konten yang berkualitas.

Berikut adalah statistik lalu lintas blog dia di bulan November 2012.

Ia pun memahami jika hari ‘Thanksgiving’ berlangsung pada bulan November, sehingga laju trafiknya tidak bisa mencapai puncak tertinggi. Akan tetapi tetap saja, selanjut bulan tersebut tidak ada lagi pertumbuhan apapun dari bulan januari hingga November 2012.

Dengan kata lain, menuli konten yang berkualitas dengan artikel beberapa ribu kata tidak lagi berhasil.

Lantas apa langkah selanjutnya?

Neilpatel pun menyadari jika laju trafik blognya telah stabil, dan ia harus memikirkan sebuah ide yang lain.

Menulis konten yang lebih panjang, konten yang mendalam telah membantu dirinya sebelumnya.. Lantas ia berpikir apakah ia harus mencoba rumus 10x?

Kemudian ia pun memutuskan untuk membuat konten 10 kali lebih panjang dari biasanya, lebih baik dan lebih mendalam daripada yang dipunyai oleh orang lain. Selanjutnya ia bekerja lebih keras karena ia tahu hal tersebut akan menguri kesempatan orang lain untuk mencuri kontennya.

Plus, ia pun berharap kontennya dapat disukai oleh para pembaca.

Jadi, pada 24 Januari 2013, ia membuat sebuah panduan mendalam pertamanya “The Advanced Guide to SEO

Kontennya sangat mendalam sekali, sehingga hampir-hampir lebih mirip sebuah buku panduan!

Lalu kita lihat bagaimana statistik trafiknya untuk bulan Januari 2013 ketika ia merilis konten panduannya tersebut

Seperi yang dapat Anda lihat, trafiknya blognya benar-benar sudah naik kembali

Dari total 112,681 pengunjung pada bulan November beranjak naik menjadi 244.923 pengunjung pada bulan Januari. Dalam kurun waktu 2 bulan saja, ia telah meningkatkan trafiknya sebesar 117%.

Hal yang sangat gila bukan??!!

Menurut dia, satu-satunya perbedaannya ialah ia membuat konten yang sangat-sangat detail dan berbobot sehingga tidak ada lagi orang lain yang berani untuk menyalinnya pada saat itu.

Tentu saja, bahkan ada beberapa orang yang mencoba untuk membuat beberapa konten hebat yang serupa, akan tetapi tidak seperti ratusan pemandu mendalam yang bersaing keluar setiap tahunnya. Bahkan tidak dekat sama sekali!

Sekarang ini, ketika ia mengelaurkan panduan SEO, ia akan membagikannya menjadi beberapa bab seperti buku dikarenakan ketika ia diuji untuk membuat satu halaman konten yang super panjang, hal yang ia alami adalah lambatnya respon loading sehingga membuat pengalaman bagi penggunanya menjadi sangat buruk.

Meskipun begitu, strategi tersebut dianggap efektif.

Jadi Langkah apa selanjutnya yang dilakukan olehnya setelah ini?

Ia membuat 12 Panduan Konten yang Bagus

Ia melakukan kolaborasi dengan orang lain dan membuat sekitar 280.000 kata tentang pemasaran konten. Ia memilih setiap subjek-subjek utama dan membuat pemasaran online dari landing page hingga peretasan pertumbuhan.

Ia melakukan apa saja yang harus dilakukan untuk meningkatkan trafik blognya. Hal itu ia lakukan dengan memakan waktu yang cukup lama dan juga uang untuk membuat semua 12 panduan tersebut, akan tetapi hal tersebut sepadan dengan hasil akhirnya.

Pada bulan Januari 2014, trafiknya mencapai titik puncaknya sepanjang masa.

Ia telah menghasilkan 378,434 pengunjung dalam satu bulan. Itu sangat banyak untuk sebuah blog pribadi tentang pemasaran SEO.

???!!!! Itu sangat banyak sekali untuk blog SEO manapun

Dengan kata lain, menulis konten dengan rumus 10x yang super berkualitas. Bahkan ketika ia berhenti membuat panduan, trafiknya tetap terus meningkat.

Berikut trafik dari blognya pada bulan Januari 2015

dan ini trafik untuk bulan Januari 2016 bloggernya

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, sesuatu terjadi pada trafiknya. Trafiknya berhenti bertambah/naik.. dan tetap stabil hingga suatu waktu dan trafiknya mulai menurun.

Dan pada tahun 2017, trafiknya pun menurun untuk pertama kalinya.

Dari 518,068 pengunjung setiap bulannya menurun ke 451.485 pengunjung. Itu memang bukan penurusan yang besar, akan tetapi itu tetaplah sebuah penurunan.

Dan pada tahun 2018, trafiknya bahkan turun lebih banyak lagi.

Ia melihat penurun yang cukup besar pada tahun 2018. Trafiknya turun jauh hanya menjadi 297.251 pengunjung setiap bulannya.

Dan tentu saja, sebagian dari hal tersebut dikarenakan ia beralih ke fokus utamanya di situs NeilPatel.com, dimana situs ini merupakan tempat utama ia menulis blog sekarang.

Akan tetapi sebagian besar ia belajar sesuatu yang baru ketika membangun blog NeilPatel.com ini.

Konten yang panjang tidak selalu efektif.
Mirip dengan blog pertamanya Quick Sprout, ia memiliki konten-konten panduan yang berkualitas di blog NeilPatel nya.

Ia memiliki panduan tentang pemasaran online, SEO, Iklan Google, Iklan Facebook, dan daftarnya terus bertambah setiap harinya.

Inilah perbedaan utamanya :

  • Tidak ada desain yang mewah
    Ia menemukan pengalaman dari blog Quick Sprout, jika orang-orang menyukai desain yang mewah, akan tetapi seiring berjalannya waktu konten telah menjadi usang dan ketinggalan jaman. Untuk memperbaharui konten ada banyak sekali ilustrasi khusus yang sulit, dimana Anda mungkin tidak akan sempat memperbaharuinya sesering mungkin. Hal ini dapat menyebabkan trafik Anda menurun dikarenakan orang-orang sekarang ini ingin membaca berita yang up to date dan juga relevan.
  • Lebih singkat dan langsung menuju fokus utamanya
    Ia juga menemukan jika kita tidak perlu memerlukan konten yang berkualitas. Panduan dari blognya mendapati jika peringkat yang sama di Google membatasi sekitar 10.000 kata. Dan ia menemukan jika setelah 10.000 kata maupun lebih tidak ada hasil yang sepadan.

Sekarang mari kita lihat statistik dari blognya.

Berikut adalah trafic dari topik”advanced SEO Guide” dari blog Quick Sproutnya dalam 30 hari.

Terdapat lebih dari 7.842 unique pageviews (tampilan halaman unik). Ada banyak sekali bab-bab yang dapat kamu lihat dari gambar diatas dan para pembaca melalui itu semuanya.

Dan sekarang mari kita lihat konten panduan SEO dari blog utamanya NeilPatel.Com

Dari catatan gambar diatas, menurut NeilPatel ia telah menghabiskan lebih sedikit waktu, energi dan uangnya untuk membuat sebuah konten tentang panduan seo di NeilPatel.com, dan ia mendapatkan jumlah 17,422 unique pageview per bulannya, dimana jumlah tersebut lebih besar dari blog pertamanya Quick Sprout. Terdapat perbedaan yang besar sekali yakni 122% !

Lantas bagaimana hal tersebut mungkin terjadi?
Ia pun memiliki spekulasinya sendiri dimana Google menginginkan orang-orang untuk membuat konten yang berkualitas lebih tinggi dan mempunyai manfaat bagi orang lain.

Lalu bagaimanakah cara dia menaikkan konten di NeilPatel.com yang memiliki peringkat lebih tinggi daripada Quick Sprout?

Apakah karena pengaruh backlink?

Nah, panduan dari Quick Sproutnya sendiri memiliki 850 referring domains

dan kontennya di NeilPatel.com memiliki 831 referring domain

Dan, dari kedua gambar diatas tersebut masing-masing memiliki peringkat URL dan peringkat domain yang sama menurut Ahref`s sehingga bagaimana mungkin terdapat perbedaan unique pageview yang besar?

Lantas apakah faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi?

Sebelumnya perlu diketahui jika Google itu adalah sebuah mesin. Ia tidak berpikir menggunakan emosi, ia menggunakan logika. Sementara itu kita sebagai pengguna asli melihat panduan dari Quick Sprout dan berpikir kalau konten tersebut terlihat lebih bagus dan lebih berkualitas, Google pun kemudian berfokus pada fakta tersebut.

Google tidak menentukan sendiri apakah satu artikel lebih baik daripada yang lain dengan meminta pendapat dari orang lain. Sebaliknya, mereka melihat dari data.

Misalnya, mereka dapat melihat data berikut :

  • Time on Site (Waktu di Situs) – Konten manakah yang memiliki waktu lebih baik di situs?
  • Bounce Rate (Rasio Pentalan) – Konten mana yang memiliki rasio pentalan terendah?
  • Back Button (Tombol Kembali) – Apakah artikel berhasil menyelesaikan semua pertanyaan dan kekhawatiran dari pengunjung?Begitu banyaknya sehingga pengunjung tidak perlu menekan tombol kembali dan malah kembali ke Google untuk menemukan halaman web lainnya?

Dan itu hanyalah beberapa hal yang dilihat oleh Google dari sekian banyaknya faktor yang kurang lebih ada 200+.

Oleh karena itu, ia mengambil pendekatan yang berbeda untuk blog NeilPatel.com nya, itulah yang menyebabkan mengapa traficnya terus meningkat dari waktu ke waktu.

Daripada menggunakan pendapat dan menghabiskan banyak enegeri untuk membuat konten yang menurutnya luar biasa, ia memutuskan untuk membiarkan Google memandu dirinya.

Dengan blog neilPatel.com nya, rata-rata artikelnya berada di 2.000 – 3.000 kata/artikel. Ia telah mencoba beberapa artikel dengan 5.000 kata, akan tetapi hal tersebut tidak ada jaminan kalau kontennya berkualitas dan menghasilkan lebih banyak lalu lintas ataupun para pengguna menyukai artikel yang panjang tersebut.

Dan untuk mengklarifikasikannya, ia tidak mencoba untuk malas.

Sebaliknya, dia mencoba untuk membuat sebuah konten yang sangat berkualitas dengan jumlah kata yang singkat dan langsung menuju titik pointnya. Ia ingin efisien dengan waktu sambil tetap memberikan nilai plus pada artikelnya.

Inilah proses yang ia gunakan untuk memutuskan tidak menulis banyak konten yang orang-orang tidak ingin baca.

Be a data Driven

Dikarenakan tidak adanya jaminan kalau postik artikel atau blog berjalan dengan baik, maka ia memutuskan untuk membuat konten yang berkualitas dengan jumlah 2.000 hingga 3.000 kata.

Ia tetap berada di wilayah tersebut dimana Anda akan membacanya dengan cukup lama sehingga ia cukup memberikan nilai plus untuk memberikan penilaian terhadap Google.

Setelah ia merilis beberapa artikel, ia pun kemudian melihat halaman manakah yang pengunjung sukai berdasarkan Social Share dan juga Search Traffic.

Sekarang ia telah memiliki daftar artikel yang berjalan dengan baik, ia pun kemudian masuk ke Google Search Console dan menemukan URL tersebut.

Anda dapat menemukan daftar URL di Google Search Console dengan mengklik ” Search Traffic” dan kemudian cari “Search Analytics”.

Kamu dapat melihatnya pada gambar berikut ini :

Dari gambar diatas kamu dapat mengklik tombol “page”. Kemudian kamu harus melihat petunjuk yang serupa seperti ini :

Temukanlah page/halaman yang mempunyai daya tarik berdasarkan total traffic dan social share kemudian klik (kamu dapat langsung memasukkan URL ke Shared Count untuk mencari tahu bagaimana caranya mengetahui data Social Sharing kamu).

Setelah kamu mengklik URL tersebut, kamu akan melihat ikon “Queries” untuk melihat istilah penelusuran mana orang menemukan artikel tersebut.

Sekarang kembalilah ke artikel Anda dan buat lebih berkualitas lagi.

Dan ketika tentang kualitas, ia tidak berbicara tentang jumlah kata seperti yang biasa ia buat di blog Quick Sproutnya.

Sebaliknya, berbicara tentang kualitas, apakah artikel tersebut sudah mencakup semua yang para pengguna cari?

Jika anda membuatnya dalam 3.000 dan sudah mencakup semuanya maka itu cukup baik. Jika belum, Anda perlu membuatnya lebih panjang lagi.

Cara kamu melakukannya adalah dengan melihat permintaan pencarian manakah yang digunakan oleh orang-orang untuk menemukan artikel Anda. Ingatlah bahwa orang-orang tidak menelusuri Google dengan sengaja untuk sampai di situs Anda.. orang-orang menggunakan Google dikarenakan mereka mencari solusi untuk menemukan solusi permasalahan mereka.

Pikirkanlah pertanyaan-pertanyaan yang Google Search Console tunjukkan sebagai “pertanyaan” dari orang-orang.

Jika kualitas Artikel Anda cukul bagus untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, maka Anda telah melakukan pekerjaan yang sangat baik.

Jika belum berhasil, kamu hanya harus membuatnya lebih bagus lagi.

Intinya adalah, Anda harus menbamhkan lebih banyak kata kedalam artikel kamu, namun kamu tidak perlu menambahkan kata-kata yang tidak perlu.

Lagipula kamu bukanlah seorang penjelajah kata unci. Anda hanya perlu memastikan untuk mencakup semua aspek dan subjek kedalam artikel kamu.

Ini adalah tentang bagaimana kamu menulis artikel yang berkualitas dan tidak membuang-buang waktu kamu pada hitungan kata.

Begitulah cara yang dikembangkan oleh NeilPatel tanpa menulis terlalu banyak kata yang tidak perlu.

Kesimpulan

Jikapun Anda menulis artikel sebanyak 10.000 kata, Anda hanya akan membuang-buang waktu Anda. Bahkan lebih dari 5.000 kata juga termasuk membuang waktu jika kamu hanya mengejar kata-kata sebanyak mungkin dan menambahkan bumbu-bumbu kata disepanjang jalan.

Anda tidak tahu apa yang ingin dibaca oleh orang-orang. Anda hanya menebaknya saja!

Pendekatan yang terbaik adalah menulis sebuah konten ataupun artikel yang luar biasa dalam rentang 2.000 kata hingga 3.000 kata, dengan asumsi jika kamu berada dalam persainga niche yang kompetitif. Jika niche Anda tidak kompetitif, maka Anda dapat lolos dengan hanya pos di bawah 1.000 kata.

Setelah kamu mempubliasikan konten, berikanlah beberapa bulan dan lihat traffic pencarian serta data Social Share untuk melihat apa saja yang disukai oleh orang-orang.

Ambillah artikel-artikel tersebut dan investasikan lebih banyak sumber daya untuk menjadikannya lebih baik dan bagus lagi (dalam hal kualitas dan informasi, bukan jumlah kata).

Hal terakhir yang ingin Anda lakukan ialah menulis artikel berkualitas tentang subjek yang sangat sedikit orang peduli.

Lihat saja blog tentang Panduan Tingkat Lanjut SEO dari Quick Sprout.. Ia membuat kesalahan yan gjelas. Ia telah membuat konten yang super panjang dan bagus pada “advanced SEO”. Akan tetapi ketika kamu menelusuru Google untuk istilah “SEO” dan kamu scroll ke bawah maka kamu akan melihat queries ini..

Orang-orang mencari dasar-dasar SEO, bukan informasi SEO lanjutan.

Jika dia menulis sebuah postingan blog dengan 2.000 kata daripada dengan 20.000 kata, ia bisa menangkap hla ini sejak awal dan mengadaptasikannya lebih banyak lagi kedalam artikel dimana orang-orang menginginkannya.

Itulah perbedaan utamanya.

Jadi sudah seberapa dalamkah Anda membuat sebuah konten?

Untuk artikel asli Bhs. Inggrisnya dapat kamu baca disini.